Kamis, 19 April 2012

Sahabat Sukses, “Cinta itu Anugerah dan Amanah”
Muktiono Waspodo

Bergemih hati saya, ketika  ada kegundahan hati seseorang mengkonsultasikan makna cinta dalam hidupnya. Ada perasaan hati yang tergerak untuk “share”, walaupun mungkin tidak diketahuinya secara langsung. Sahabat sukses, Hidup dengan cinta sesungguhnya adalah “anugerah dan amanah”. Karena itu setiap manusia yang ada di muka bumi ini akan menghadapi “pilihan”,.... ya atau tidak, namun jangan memilih “ataunya”, nanti mencerminkan anda dalam keraguan. Tentunya jangan diam diri, artinya anda tidak bersikap, ... 

Setiap orang pada hakekatnya mempunyai hak sama dengan orang lain tetapi berapa banyak orang yang justru membatasi diri meraka dengan alasan yang sebenarnya tidak masuk akal. Saya dari keluarga miskin karenanya saya tidak bisa kaya, atau saya tidak kuliah maka sudah bagus saya jadi buruh. Saya tidak perlu mencintai karena saya tidak dicintai, saya tidak perlu menghormati karena saya tidak dihormati. Kuatkan tindakan anda dengan cerminan kalbu hati yang jernih, ikhlas dan bersikap perasaan dan logika yang ada pada diri anda Jangan anda batasi kecintaan ada pada sesama, karena disitulah kebahagiaan hidup akan tergapai

Jadikan potensi diri anda sebagai penyemangat hidupmu, dan tidak perlu kuatir dalam mengarungi kehidupan ini. Pasti  jika anda ditanya? Apakah anda kuatir menghadapi bahtera kehidupan ini, Jawaban ya atau tidak,,,, jangan ragu-ragu. Pada saat jawaban ini telah terucap, lakukan instropeksi diri untuk menumbuhkan “potensi diri” anda. Yakinkan anda adalah yang beruntung dan berkah karena Allah SWT selalu bersama kita, dan masih banyak rekan yang baik, selalu memberikan semangat dalam hidup ini,

Dalam konteks tulisan ini, saya akan lebih “indepth” untuk memaknai arti “cinta” karena setiap manusia pasti akan mengalaminya. Mungkin perbedaannya pada “kadar”nya?
Pada hakekatnya cinta adalah kemampuan yang terintegrasi dalam seluruh aspek kepribadian kita. Kemampuan seseorang untuk mencintai adalah gambaran paling utuh dari seluruh kualitas kepribadiannya. Hanya orang-orang dengan kepribadian yang kuat dan kapasitas yang besar yang mampu mencintai. Orang-orang lemah, yang setiap saat bisa kita saksikan disekitar kita, tidak akan pernah bisa mencintai. Bahkan untuk mencintai diri mereka sekalipun. Takdir mereka adalah menantikan cinta dan kasih sayang orang-orang kuat.   Saya yakin anda bukan yang tipe ini

Sahabat sukses, 
Sejatinya anda adalah orang-orang kuat yang mampu mencintai dengan segenap kesadarannya. Maka akan selalu nampak dalam diri anda ekspresi kebajikan demi kebajikan. Sementara orang-orang lemah bahkan tidak memiki kesadaran untuk mencintai. Maka mereka terus mengkonsumsi kebajikan orang-orang kuat. Itu sebabnya orang-orang kuat dalam masyarakat merupakan faktor kohesi yang merekatkan masyarakat. Mereka merekatkan masyarakat dengan cinta dan kebajikan mereka. Makna inilah yang ditebarkan oleh Rasulullah SAW begitu beliau tiba di Madinah dan memulai kerja membangun negara baru itu : “wahai sekalian manusia, tebarkan salam, berikan makan, bangun sholat malam saat orang lain tertidur, niscaya kalian akan masuk syurga dengan damai”

Sahabat sukses,
Apa yang kamu ketahui tentang “cinta”, pasti kamu tahu banyak tentang itu. Cinta itu pada dasarnya adalah untuk saling menyelamatkan, saling melindungi dan membahagiakan diri. Jadi kata kuncinya “saling” memberi dan menerima. Bagaimana agar kita mampu mencintai dan dapat dicintai. Tentunya ketahui dulu karakteristik dari sahabat sukses. Jika kita mencintai diri atau pun orang lain dengan sepenuh hati, itu artinya kita menggantungkan diri pada makhluk yang dengan berbagai kelemahannya belum tentu dapat memberikan semua kebahagiannya. Oleh karena itu, cinta yang sepenuh hati hanya patut kita berikan pada Sang Khalik yang sudah pasti memberikan respon yang dapat menentramkan hati, karena Dia pasti akan memberikan balasan setimpal bahkan lebih daripada yang kita berikan kepada-Nya.
Firman-Nya ada dalam sebuah hadist qudsi, “Jika dia (hamba-Ku) mendekat kepadaku sejengkal, maka Aku akan mendekat kepadanya sedepa. Jika ia mendekat kepada-Ku sedepa, Aku akan mendekatinya sehasta, jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan, Aku akan datang kepadanya dengan berlari.”

Sekali lagi, mencintai dan dicintai memang sama pentingnya. Namun yang lebih penting lagi seberapa besar keikhlasan kita dalam bersikap dan bertindak, disitulah kebahagiaan akan hadir,..... amien..........................mwsukses sinergi.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar